Loading...

Senin, 09 Februari 2015

Masyarakat Kulirik Palang Bandar Udara Mulia

Masyarakat Kulirik Palang Bandar Udara Mulia

       JAYAPURA [PAPOS]- Masyarakat distrik Kulirik Kabupaten Puncak Jaya, Rabu pagi (21/1) sekitar pukul 08.00 melakukan pemalangan bandara udara Mulia. Hal itu dilakukan untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya agar segera memberikan bantuan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air,(PLTA) di distrik Kulirik. Pasalnya, distrik lainnya telah mendapatkan tersebut.

Akibat pemalangan itu, aktivitas di bandara Mulia terhenti selama dua jam. Pemalangan baru dibuka setelah polisi berdialog dengan masyarakat.
“ Setelah masyarakat mendapatkan penjelasan dari Muspida Pemerintahan Kabupaten Puncak Jaya, masyarakat menjadi paham sehingga masyarakat langsung membuka palang itu sendiri dan pemalangan itu tidak menggangu aktivitas penerbangan di Bandara Udara Mulia,” ucap Kabidhumas Polda Papua, Kombes (Pol) Patrige,SH.MSi saat dikonfirmasi Papua Pos diruang kerjanya, Rabu (21/1/2015).
Kabidhumas menjelaskan bahwa, sesuai program yang telah ada memang setiap distrik lainnya telah merasakan manfaat listrik dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air, (PLTA) namun bagi distrik Kulirik belum mendapatkan manfaat listrik dari PLTA, lantas atas dasar itulah, mereka melakukan pemalangan. Soal mereka kurang diperhatikan, Kabidhumas enggan berkomentar. Tidak ada kaitan dengan itu sebab mereka hanya menuntun agar mendapatkan manfaat listrik dari PLTA telah dibangun didaerah tersebut.
“ Setiap distrik telah di programkan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya sepanjang tahun sehingga setiap distrik diprogramkan setiap tahun mendapatkan manfaat listrik dari PLTA yang dibangun namun dilakukan dengan cara dibagi-bagi bergiliran,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Puncak Jaya, Nesco Wonda menyatakan, Pemerintah Puncak Jaya sebenarnya telah memprogramkan bantuan listrik berasal dari PLTA namun berhubungan daerah itu termasuk rawan sehingga bantuan listrik belum bisa dimasukkan bagi distrik Kulirik.
“ Intinya, tidak ada jaminan keamanan maka Pemerintah belum bisa kasi masuk bantuan listrik. Apalagi, kalau diberikan, pasti dikasi rusak. Dan itulah yang mereka tuntun. Kalau mereka menjamin keamanan, tentunya Pemerintah akan memberikan bantuan listrik dan air bagi masyarakat di distrik Kulirik. Inikan tak ada jaminan keamanan, dan itu kesalahan mereka sendiri,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar