Senin, 09 Februari 2015

Masyarakat Kulirik Palang Bandar Udara Mulia

Masyarakat Kulirik Palang Bandar Udara Mulia

       JAYAPURA [PAPOS]- Masyarakat distrik Kulirik Kabupaten Puncak Jaya, Rabu pagi (21/1) sekitar pukul 08.00 melakukan pemalangan bandara udara Mulia. Hal itu dilakukan untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya agar segera memberikan bantuan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air,(PLTA) di distrik Kulirik. Pasalnya, distrik lainnya telah mendapatkan tersebut.

Akibat pemalangan itu, aktivitas di bandara Mulia terhenti selama dua jam. Pemalangan baru dibuka setelah polisi berdialog dengan masyarakat.
“ Setelah masyarakat mendapatkan penjelasan dari Muspida Pemerintahan Kabupaten Puncak Jaya, masyarakat menjadi paham sehingga masyarakat langsung membuka palang itu sendiri dan pemalangan itu tidak menggangu aktivitas penerbangan di Bandara Udara Mulia,” ucap Kabidhumas Polda Papua, Kombes (Pol) Patrige,SH.MSi saat dikonfirmasi Papua Pos diruang kerjanya, Rabu (21/1/2015).
Kabidhumas menjelaskan bahwa, sesuai program yang telah ada memang setiap distrik lainnya telah merasakan manfaat listrik dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air, (PLTA) namun bagi distrik Kulirik belum mendapatkan manfaat listrik dari PLTA, lantas atas dasar itulah, mereka melakukan pemalangan. Soal mereka kurang diperhatikan, Kabidhumas enggan berkomentar. Tidak ada kaitan dengan itu sebab mereka hanya menuntun agar mendapatkan manfaat listrik dari PLTA telah dibangun didaerah tersebut.
“ Setiap distrik telah di programkan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya sepanjang tahun sehingga setiap distrik diprogramkan setiap tahun mendapatkan manfaat listrik dari PLTA yang dibangun namun dilakukan dengan cara dibagi-bagi bergiliran,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Puncak Jaya, Nesco Wonda menyatakan, Pemerintah Puncak Jaya sebenarnya telah memprogramkan bantuan listrik berasal dari PLTA namun berhubungan daerah itu termasuk rawan sehingga bantuan listrik belum bisa dimasukkan bagi distrik Kulirik.
“ Intinya, tidak ada jaminan keamanan maka Pemerintah belum bisa kasi masuk bantuan listrik. Apalagi, kalau diberikan, pasti dikasi rusak. Dan itulah yang mereka tuntun. Kalau mereka menjamin keamanan, tentunya Pemerintah akan memberikan bantuan listrik dan air bagi masyarakat di distrik Kulirik. Inikan tak ada jaminan keamanan, dan itu kesalahan mereka sendiri,” katanya.

RUMAH HADAT PAPUA HONAI

Tropical Architecture RUMAH ADAT PAPUA-HONAI 


Honai adalah rumah suku-suku pegunungan tengah Papua seperti suku Dani di lembah Baliem atau Wamena, suku Lani, Yali di pegunungan Toli dan suku-suku lainnya. Rumah Honai mempunyai fungsi antara lain:
1.    Sebagai tempat tinggal
2.    Tempat menyimpan alat-alat perang
3.    Tempat mendidik dan menasehati anak-anak lelaki agar bisa menjadi orang berguna di masa depan
4.    Tempat untuk merencanakan atau mengatur strategi perang agar dapat berhasil dalam pertempuran atau perang
5.    Tempat menyimpan alat-alat atau simbol dari adat orang Dani yang sudah ditekuni sejak dulu
Rumah adat Honai Filosofi bangunan Honai, ,melingkar atau bulat artinya :
1.    Dengan kesatuan dan persatuan yang paling tinggi kita mempertahankan budaya yang telah diperthankan oleh nene moyang kita dari dulu hingga saat ini.
2.    Dengan tinggal dalam satu honai maka kita sehati, sepikir dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan
3.    Honai merupakan symbol dari kepribadian dan merupakan martabat orang Dani yang harus dijaga oleh keturunan Dani di masa yang akan datang.
Suhu rata-rata di daerah sana 190°C pada umumnya suku Dani bermukim di dataran tinggi yang ketinggiannya 2500 meter di atas permukaaan laut.
BENTUK
Bentuk Honai yang bulat tersebut dirancang untuk menghindari cuaca dingin ataupun karena tiupan angin yang kencang.

ATAP
Honai memiliki bentuk atap  bulat kerucut. Bentuk atap ini berfungsi untuk melindungi seluruh permukaan dinding agar tidak mengenai dinding ketika hujan turun.
Atap honai terbuat dari susunan lingkaran-lingkaran besar yang terbuat dari  kayu buah sedang yang dibakar di tanah dan diikat menjadi satu di bagian atas sehingga membentuk dome. Empat pohon muda juga diikat di tingkat paling atas dan vertikal membentuk persegi kecil untuk perapian.
Penutup atap terbuat dari jerami yang diikat di luar dome. Lapisan jerami yang tebal membentuk atap dome, bertujuan menghangatan ruangan di malam hari.
Jerami cocok digunakan untuk daerah yang beriklim dingin. Karena jerami ringan dan lentur memudahkan suku Dani membuat atap serta jerami mampu menyerap goncangan gempa.


PERLENGKAPAN DAN BAHAN PEMBUAT HONAI
Kebiasaaan dari suku atau orang dani dalam membangun honai yaitu mereka mencari kayu yang memang kuat dan dapat bertahan dalam waktu yang lama atau bertahun-tahun. Bahan yang digunakan sebagai berikut:
1.    Kayu besi (oopir) digunakan sebagai tiang tengah
2.    Kayu buah besar
3.    Kayu batu yang paling besar
4.    Kayu buah sedang
5.    Jagat (mbore/pinde)
6.    Tali
7.    Alang-alang
8.    Papan yang dikupas
9.    Papan las,dll
DINDING DAN BUKAAN
Honai mempunyai pintu kecil dan jendela-jendela yang kecil, jendela-jendela ini berfungsi memancarkan sinar ke dalam ruangan tertutup itu, ada pula Honai yang tidak memiliki jendela, pada umumnya untuk Honai perempuan.
Jika anda masuk ke dalam honai ini maka di dalam cukup hangat dan gelap karena tidak terdapat jendela dan hanya ada satu pintu. Pintunya begitu pendek sehingga harus menunduk jika akan masuk ke rumah Honai. Dimalam hari menggunakan penerangan kayu bakar di dalam Honai dengan menggali tanah didalamnya sebagai tungku selain menerangi bara api juga bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Jika tidur mereka tidak menggunakan dipan atau kasur, mereka beralas rerumputan kering yang dibawa dari kebun atau ladang. Umumnya mereka mengganti jika sudah terlalu lama karena banyak terdapat kutu babi.
KETINGGIAN BANGUNAN
Rumah Honai mempunyai tinggi 2,5-5 meter dengan diameter 4-6 meter. Honai ditinggali oleh 5-10 orang dan rumah ini biasanya dibagi menjadi 3 bangunan terpisah. Satu  bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur). Bangunan kedua untuk tempat makan bersama dimana biasanya mereka makan beramai-ramai dan bangunan ketiga untuk kandang ternak. Rumah honai juga biasanya terbagi menjadi 2 tingkat. Lantai dasar dan lantai satu di hubungkan dengan tangga yang terbuat dari bambu. Biasanya pria tidur melingkar di lantai dasar , dengan kepala di tengah dan kaki di pinggir luarnya, demikian juga cara tidur para wanita di lantai satu.
KELEBIHAN
Dalam pembuatannya material yang digunakan adalah material yang berasal dari alam sekitar sana karena itu biaya yang dikeluarkan hanya sedikit, selain itu bangunan adat ini bersifat ramah lingkungan.
KEKURANGAN
Karena tidak ada jendela ruangan didalamnya menjadi gelap
Karena tidak memiliki sumur dan sebuah sungai jernih jauh dari tempat tinngal mereka jadi kebutuhan air bersih sangat  minim


Pengertian Honai rumah adat suku Dani asal daerah Papua. Papua terkenal dengan budayanya yang berakena ragam dan bahkan sebagaian dari masyarakatnya masih memegang kuat kebudayaannya. Ada satu hal yang perlu kita ketahui tentang papua yaitu mengenai rumah adatnya. Dibawah ini penjelasan mengenai rumah adat papua yang penulis himpun dari berbagai sumber.
Struktur bangunan

Rumah Honai terdiri dari dua lantai dan terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Lantai pertama biasanya terdiri dari kamar-kamar dan digunakan sebagai tempat tidur, dan lantai kedua digunakan sebagai tempat beraktifitas: ruang santai dan lain-lain. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Selain itu di tengah-tengah rumah Hanoi ada tempat pembakaran api unggun yang juga berfungsi sebagai penghangat. Tinggi bangunannya sekitar 2,5 meter.
Lantai dasar dan lantai satu rumah adat Hanoi ini dihubungkan dengan tangga yang terbuat dari bambu. Para laki-laki tidur pada lantai dasar secara melingkar, sementara para wanita tidur di lantai satu.
Tipe Rumah Adat Honai
Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu :
1. Untuk kaum laki-laki (disebut Honai)
Honai dibenuk dari dua kata. Pertama yaitu “Hun” yang berarti pria dewasa dan “Ai” yang berarti rumah. Secara harfiah, honai berarti rumah laki-laki dewasa.
2. Wanita (disebut Ebei)
kaum perempuan juga mempunyai honai hanya saja dalam pengistilahannya berbeda. Untuk kaum wanita, hanoi disebut “Ebeai”. Seperti halnya honai, Ebeai terdiri dari dua kata, yakni “Ebe” atau tubuh dalam pengertian kehadiran tubuh dan “Ai” yang berarti rumah.

3. Kandang babi (disebut Wamai).

Sebagai Sarana Pendidikan

 Honai dan ebeai juga merupakan tempat sebagai sarana pendidikan khusus. Honai laki-laki dewasa khusus untuk laki-laki dewasa dan yang beranjak dewasa. Laki-laki yang beranjak dewasa diajarkan mengenai banyak hal untuk mempersiapkan hidupnya ketika menginjak usia dewasa. Honai laki-laki dewasa tidak boleh ditinggali oleh perempuan.
Bagi ebeai rumah adat kaum perempuan, honai berfungsi untuk melakukan proses pendidikan bagi kaum perempuan yang beranjak dewasa. Di sana tinggal anak-anak perempuan dan anak-anak laki-laki, serta para kaum ibu. Di dalam honai atau ebeai, remaja perempuan diajarkan hal-hal yang akan dihadapi kelak  setelah tiba saatnya untuk menikah atau kawin. Bagi anak laki-laki, tinggalnya mereka di honai wanita hanya bersifat sementara dan ketika mereka beranjak dewasa mereka akan pindah ke honai laki-laki dewasa.
Rumah adat suku Dani ini biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang. Rumah Honai dalam satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur), bangunan lainnya untuk tempat makan bersama, dan bangunan ketiga untuk kandang ternak.
Rumah adat yang berada provinsi Papua hanya memiliki satu jenis saja, yaitu Honai. Rumah adat suku lain selain suku Dani di papua tidak begitu berbeda, kalaupun ada perbedaan tidak begitu mencolok. Rumah Honai dibuat berkelompok, karena kadang satu keluarga membutuhkan lebih dari satu rumah untuk tempat ternak mereka tinggal, dan anak-anak yang sudah akil dewasa. Bagi suku papua ternak babi harta yang berharga sehingga mereka harus membuatkan rumah tersendiri. Tidak hanya itu ada beberapa permasalahan yang diselesaikan dengan pembayaran dengan menggunakan ternak babi.
Rumah adat Papua Honai  merupakan rumah dengan arsitektur yang sederhana, inti dari rumah ini adalah rumah yang melindungi orang-orang yang tinggal di dalamnya dari udara dingin, tanpa fungsi rumit lainnya. Kesederhanaan ini mungkin yang dijadikan patokan utama bagi suku Dani untuk membangun rumah Honai mereka, karena mereka termasuk jenis suku yang kerap kali berpindah tempat. Kesederhanaan desain dan bentuk Honai memudahkan mobilitas mereka.

AMP : TUTUP PT. FREEPORT INDONESIA DAN PERUSAHAAN ASING DI PAPUA

ALIANSI MAHASISWA PAPUA [AMP]

Tutup Freeport  dan Seluruh Perusahaan asing, yang merupakan Dalang kejahatan kemanusiaan di Papua ; ”Berikan Kebebasan Dan Hak Penentuan Nasib sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat papua”

Press Release

Sejarah Papua  adalah, sejarah yang termanipulasi oleh kepentingan-kepentingan ekonomi politik Imperialisme Amerika Serikat, yang akhirnya mendorong Indonesia untuk melakukan aneksasi atas Papua melalis Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA).

Sebelum proses PEPERA dilakukan, tepat 7 April 1967 Freeport perusahaan pertambangan milik negara imperialis Amerika telah menandatangani Kontrak Pertamannya dengan pemerintah Indonesia. Maka Klaim atas wilayah Papua sudah dilakukan oleh Indonesia dengan kontrak pertama Freeport dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA).

Sehingga dari 809.337 orang Papua yang memiliki hak dalam proses penentuan nasib sendiri, hanya diwakili 1025 orang yang sebelumnya sudah dikarantina dan cuma 175 orang yang memberikan pendapat. Musyawarah untuk Mufakat melegitimasi Indonesia untuk melaksanakan PEPERA yang tidak demokratis, penuh teror, intimidasi dan manipulasi serta adanya pelanggaran HAM berat.

Selama 32 tahun Papua dalam kontrol rezim militeristik Soeharto, telah banyak terjadi kasus pelanggaran terhadap hak asasi manusia terjadi melalui berbagai Operasi Militer yang diterapkan di Papua. Situasi ini tidak berhenti setelah masa reformasi di Indonesia tahun 1998.

Walalupun pergantian rezim terus terjadi hingga Rezim Jokowi - JK tidak disertai perubahan mendasar terhadap sistem di Indonesia. pelanggaran HAM yang di lakukan aparat Militer Indonesia sampai saat ini masih terus terjadi, bukti penembakan yang membabi buta terhadap 5 pelajar di Enrotali Kab. Pania pada; tanggal 8 desember, 2014 lalu oleh TNI-Polri, Penyisran terhadap masyaratakt kampung Utikini, Dan masih banyak lagi berbagai kasus kejahatan terhadap kemanusian yang dilakukan Militer Indonesai terhadap Rakyat Papua lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.

Di tengah situasi teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini, pemerintah Kolonial indonesai dan Imperialisme Amerika Serikat masih terus melakuakan pembahasasan Perpanjangan kontrak karya PT. Freeport tanpa meminta persetujuan dari rakyat papua barat yang memiliki Hak penuh di wilayanya.
Melihat semua kompleksitas semua persoalan di Papua saat ini, dimana tidak ada lagi penggakuan terhadap hak-hak demokratis rakyat Papua,
Maka dengan kehadiran PT.Freepor milik Imperialisme Amreika yang merupakan dalang kejahatan terhdap rakyat papua, Aliansi Mahasiswa Papua menyatakan sikap kepada Rezim Joko widodo – Jusuf Kala untuk segera :
1.   Menuntup dan menghentikan aktifitas eksploitasi semua perusahaan Multy Nationa Coorporation (MNC) milik negara-negara Imperialis ; Freeport, BP, LNG Tangguh, Medco, Corindo dan lain-lain dari seluruh Tanah Papua.
2.       Menarik Militer Indonesia (TNI-Polri) Organik dan Non Organik dari seluruh Tanah Papua untuk menghentikan segala bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan oleh negara Indonesia terhadap rakyat Papua.
3.         Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua.
Sekian press release ini kami buat, atas perhatian dan dukungan Kawan-kawan jurnalis, kami ucapkan terima kasih.

Salam Demokasi.....!!!
Yoyakarta, 2 Februari 2015
Jubir Aksi


Mikael K

Kami Dihadang Polisi Tanpa Alasan Yang Jelas

Jakarta,  -Aksi damai kami dalam rangka memperingati 53 tahun West Papua dihadang polisi tanpa alasan yang jelas.

Aksi kami yang dipusatkan satu titik dan itu di Jakarta sehingga kami dari semua komite kota kumpul di Jakarta untuk mengelar aksi damai memperingati hari kemerdekaan bangsa Papua Barat yang ke-53 tahun.

Kami mengelar aksi sekitar pukul 9.00 waktu Jakarta, sebelum mamulai, sesampainya di titik kumpul ternyata ratusan gabungan polisi dengan brimob sedang bersiaga di tempat yang hendak kami mulai aksi.

Setelah kami atur barisan dan hendak berjalan ke istana negara kami di hadang. alasan yang mereka(polisi red) sampaikan adalah massa aksi mengenakan kaos berlambang bendera Bintang Kerjora jadi tidak bisa jalan. LBH kami, kaka Ego bernegosiasi dengan pihak polisi tetapi polisi tetap bersikeras dan akhirnya menyepakati bahwa massa harus melepaskan kaos berlambang Bintang Kejora lalu diijinkan untuk melanjutkan aksi long march ke istana negara.

Usai kesepakatan, seluruh massa aksi entah itu pria mau pun wanita melapas baju. setelah kami melepaskan  baju dan hendak melanjutkan aksi kami, pihak polisi tetap memblockade dan hadang aksi damai kami. kami pun binggung apa alasan aparat penegak hukum ini memblockade aksi damai kami? semetara aski lain seperti Ormas Jakarta dan dua lainnya diberi kebebasan untuk berdemonstrasi sedang kami yang sudah turuti kemauan pihak polisi, tetap saja dihadang.

Sebenarnya apa alasan polisi untuk memblockade aksi damai kami? semua kemauan polisi kami sudah turuti semua. apa lagi yang diinginkan polisi dari kami?

UU No 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum telah menjamin kami, UU No 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia telah menjamin kami; Peraturan Kapolri No 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam penyelenggaraab Tugas Kepolisian telah menjamin kami untuk menggelar aksi demonstrasi.

Penghadangan dan blockade polisi terhadap aksi damai kami  tidak punyak alasan Hukum.

Berikut beberapa foto camera Nokia yang diambil di tempat aksi.
Massa Aksi AMP yang Dikurung oleh Polisi ( Telius Yikwa/Camera Nokia)


Mahasiswa Papua Tuntut Pemerintah Tutup PT Freeport

 Mahasiswa Papua Tuntut Pemerintah Tutup PT Freeport

















Jakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Ribuan mahasiswa Papua di Jawa dan Bali dalam Forum Peduli Keadilan Tanah Papua (FPKTP) menggelar demonstrasi depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rabu, (04/02/15), Jakarta.

Dalam aksi yang dikawal ketat aparat keamanan negara Indonesia dari berbagai kesatuan ini, secara bergantian, para massa aksi berorasi, dengan tuntutan mereka, tutup Freeport Indonesia, tutup semua perusahaan lain di atas tanah Papua dan menuntut hak untuk bangsa Papua menentukan nasib sendiri.


Hal ini juga ditegaskan Wenas Kobogau, juru bicara aksi.

"Kami tuntut Freeport dan sejumlah perusahan asing yang ada di tanah Papua ditutup, karena tidak memberikan manfaat bagi orang Papua selama ini. Hanya pembunuhan, penganiayaan, perampasan tanah adat yang ada," teriak Kobogau dalam orasinya.

Menurut Wenas, perusahaan demi keuntungan merugikan masyarakat adat. Pemerintah yang melihat ini membiarkan begitu saja karena dapat bagian keuntungan. Militer Indonesia menjadi anjing-anjing penjaga yang melindungi eksploitasi. 

"Rakyat asli Papua, pemilik tanah Papua ini yang selalu dirugikan. Kami minta Freeport tutup. Peruhsaan-perusahaan asing tutup. Semua militer angkat kaki dari tanah Papua. Berikan hak bagi bangsa Papua untuk menentukan nasibnya sendiri," teriak Wenas lagi.

Polisi, Brimob dengan senjata dan gas air mata yang mengawal ketat aksi ini  tak berhasil bernegosiasi dengan masa aksi untuk menghentikan aksi, dan terlihat memprovokasi. Beberapa saat kemudian, terhadilah bentrok. Polisi dan massa aksi saling lempar.

Sebelumnya, seorang anggota DPR RI datang menemui para mahasiswa, tetapi kemudian pergi lagi tanpa memberikan keterngan. Menurut data yang dihimpun, ia ditolak mahasiswa Papua dengan alasan tak percaya lagi kepada DPR RI dan pemerintah Indonesia.

Anggota DPR RI asal Papua, Willem Wandik, datang menemui massa aksi.  Wandik berjanji akan melanjutkan suara para mahasiswa dalam foum di Komisi VII. 

"Saya akan berdiskusi dengan teman-teman anggota dewan yang lain terkait tuntutan masyarakat Papua, karena itu saya akan kembali ke dalam gedung DPR RI," kata Wandik kepada mahasiswa.

Untuk diketahui, permintaan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe untuk membangun smelter di Papua tidak didengar oleh negara Indonesia dan pihak PT Freeport dengan membangun smelter di Gresik, Jawa Timur. Alasannya, kata wakil presiden RI, Jusuf Kalla, tak tersedianya listrik di Papua.

Mahasiswa Papua menolak walau smelter dibangun di Papua, karena Freeport, perusahaan lain di Papua, militer Indonesia dituduh menjadi dalang kejahatan terhadap kemanusiaan di tanah Papua.

"Tuntutan kami tetap, Freeport dan semua perusahaan lain di tanah Papua angkat kami, dan kami ingin kemerdekaan bangsa Papua," tegas salah seorang mahasiswa saat demonstrasi. 


KATA KATA PUISI

OH YAMBINERI  DALAM  KUBUT 
Mendung di atas bukit gelap kubut menebal menutupi cakrawalah dan .
Dan tua jatuh di terpa angin di bawah menggigil lurus,kaku,rupu dan diam
Slamanya membeku.

SUARA YANG TERTENTU DI PUNCAK
Dalam kesunian di lemba suni yang apit oleh bukit dan salju ketiga kabut dan embun
Menutupi kabupatenku yang tercinta di puncak .Jaya secara perlahan-lahan mulai terusik
Dengan siraman mentari yang menambahkan sinar dan cahaya diufuk.Selasan dari provinsi
Papua yang tercinta ketiga bereda di kabupatenku,puncak yang tercinta seakan semua beban
Yang ada dalam dalam pikiranku akan hilang,salju.Kemengaan dan ketentraman kabupatenku
Isi surge belum belum tertentu kabupaten isihnya penuh dengan kengunaan dan rahasia
Kelimbahan seakan ikut mengejuhkan pikirangku setiap pengujung di negeri orang…?
"Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi Anda rasakan dalam semenit, sejam, sehari atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya"! Karena itu jangan pernah menyerah dalam perjuangan apapun!

Nama abea berasal dari suatu gunung yang nama aslinya adalah Gurik Abea, yang terletak di jantung kota kabupaten puncak jaya kecamatan mulia, yang selalu tertutupi dengan kabut. setiap orang yang pernah kesanah tidaklah mungkin melupakanya, karena dinginya daerah tersebut bagai barada di kutub utara dan itu merupakan suatu keistimewaan yang ada di daerah puncak jaya. karena kabupaten puncak jaya terletak pas di bawah gunung chartenz atau atau gunung es yang ada satu-satunya di indonesia. kalau anda penasaran jangan lupa bermain kesana, tidak bakalan anda menyesal di jamin anda puas menikmati alam dan pemandangan yang indah yang ada disanah.

Jadilah dirimu, lihatlah ke depan dan jangan balik kebelakang, jika anda balik kebelankang berarti anda akan terjerumus kedunia gelap. dan ikutilah suara hatimu yang paling dalam karena disanalah anda akan menemukan kehidupan yang paling indah dan penuh dengan sukacita selalu.


 TUHAN itu maha baik.DIA mengenal setiap jalan hidup yg akan kita lewati,sblm kt mengetahuinya...TUHAN tdk pernah mengingat kembli dosa n kesalahan kita,dalam DIA ada kekuatan n kesembuhan ILAHI,yg tdk dpt dimiliki kita manusia.Ya TUHAN YESUS,jamahlah sahabatku ini dgn cinta n belas kasih MU,sembuhkan dia dari penyakitn...

Diposkan oleh ROBY TELENGGEN